Demi cinta,Putri Mako rela menanggalkan status kekaisarannya

2019-05-23 03:27:09 抗禹 26
发布时间:2017年9月4日上午8:54
更新时间:2017年9月4日上午8:54

PERTUNANGAN。 Putri Mako,putri tertua dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko,bersama tunangannya,Kei Komuro,saat mengumumkan pertunangan mereka di Tokyo,Minggu,9月3日。 Foto oleh Shizuo Kambayashi /法新社

PERTUNANGAN。 Putri Mako,putri tertua dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko,bersama tunangannya,Kei Komuro,saat mengumumkan pertunangan mereka di Tokyo,Minggu,9月3日。 Foto oleh Shizuo Kambayashi /法新社

雅加达,印度尼西亚-Putri Mako dari Kekaisaran Jepang mengumumkan secara resmi pertunangannya dengan warga Jepang biasa,non bangsawan,Minggu,9月3日lalu。

Dengan pengumuman ini,maka resmilah Mako akan kehilangan gelar kekaisarannya,seperti yang diatur dala,aturan hukum Kekaisaran Jepang yang memang didominasi oleh pria。

Seperti anggota perempuan kekaisaran yang lainnya,Mako,cucu perempuan tertua Kaisar Akihito menanggalkan gelarnya karena akan menikahi warga Jepang biasa。 Tapi aturan ini tidak berlaku pada anggota kekaisaran yang berjenis kelamin pria。 Walaupun mereka menikahi orang biasa,status sebagai anggota kekaisaran tetap disandang。

Tapi saat tampil di konferensi pers,Putri Mako mengaku bahwa keputusannya tersebut membuatnya bahagia。 “Sejak kecil aku tahu bahwa aku akan menanggalkan status kekaisaran begitu aku menikah.Sementara aku tetap bekerja membantu kekaisaran dan memenuhi tugasku sebagai anggota kerajaan sebisa mungkin,aku tetap menghargai hidupku sendiri,”kata Mako。

Tunangannya,Kei Komuro,seorang pria berusia 25 tahun yang bekerja di sebuah firma hukum berkata bahwa ia sudah melamar Mako 3 tahun yang lalu。 Ia menggambarkan sosok Mako sebagai seseorang yang selalu mengawasinya seperti“bulan”。 Dan Mako menimpalinya dengan menyebut Kei memiliki senyum layaknya“matahari”。

Seharusnya,pengumuman pertunangan mereka direncanakan diadakan pada Juli lalu namun keduanya sepakat menunda karena mempertimbangkan bencana banjir dan badai di area selatan Jepang saat itu。

Menurut Agensi Rumah Tangga Kekaisaran Jepang,pernikan Mako dan Kei akan berlangsung di musim panas tahun 2018 mendtaang。

Mako,yang kini berusia 25 tahun adalah putri tertua dari Pangeran Akishino,anak kedua Kaisar Akihito。 Sebelumnya,Kaisar Akihito dan dua anak lelaki mereka juga menikahi rakyat biasa,namun mereka tetap menyandang status kekaisaran karena mereka laki-laki。

Berita soal pertunangan Mako dan Kei langsung memicu banyak debat soal apakah aturan hukum harus diganti agar perempuan yang lahir di keluarga kekasisaran Jepang bisa ikut meneruskan peran kekaisaran mereka。

Namun kaum tradisionalis,termasuk Perdana Menteri Shizo Abe,ikut emnentang perubahan tersebut meski dalam beberapa kesempatan,Jepang pernah dipimpin seorang pemimpin perempuan di masa lalu。 -dengan laporan AFP / Rappler.com